CCTV Mengalami Video Loss? – CCTV banyak digunakan di tempat-tempat umum dan di rumah-rumah penduduk sebagai pengawas keamanan. Dalam menjalankan fungsinya, CCTV beroperasi 24 jam sehari tanpa gangguan. Hal ini dapat mengakibatkan CCTV crash, salah satunya adalah Vloss atau CCTV no video.
Tapi apa itu kehilangan video? Bagaimana kita menghadapinya?
Kami juga melayani jasa pemasangan cctv di: Gianyar, Bangli, Buleleng, Tabanan, Karangasem, Badung, Jembrana, Klungkung, Denpasar, Lebak, Serang, Tangerang, Pandeglang, Tangerang Selatan, Cilegon, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kepulauan Seribu, Indramayu, Cirebon, Cianjur, Sukabumi, Purwakarta, Garut, Sumedang, Bandung, Karawang, Bogor, Tasikmalaya, Bekasi, Depok, Subang, Ciamis, Majalengka, Kuningan, Bandung Barat, Pangandaran, Banjar, Cimahi.
Memahami Kehilangan Video CCTV
Video loss di CCTV biasanya disertai warna biru atau hitam sebagai background. Loss of video atau CCTV no video adalah suatu kondisi dimana layar CCTV tidak menampilkan gambar apapun dan berubah jika video yang disisipkan pada layar hilang. Selain tampilan kosong, status kehilangan video juga berarti tidak ada video yang direkam dan disimpan di DVR.
Kondisi seperti itu membuat CCTV tidak bekerja secara efektif dan efisien. Hal ini juga menghalangi Anda untuk mengamati lingkungan sekitar, terutama tempat pemasangan CCTV yang merupakan area berbahaya.
Ada beberapa alasan untuk kehilangan video atau video CCTV yang hilang. Diantara yang lain:
1. Kamera rusak atau mati
Kamera yang rusak hingga mati total dapat menyebabkan CCTV tidak kehilangan video atau video. Ada dua kemungkinan kamera CCTV rusak atau mati. Pertama, sensor infra merah yang terus menyala tapi tidak ada tampilan di layar CCTV berarti kameranya rusak.
Sebaliknya jika infra merah dimatikan tetapi kamera masih berfungsi dengan baik, maka kemungkinan besar fungsi infra merah tidak akan berfungsi sama sekali dan kamera hanya dapat merekam pada siang hari. Inframerah berguna untuk pemotretan di malam hari atau saat pencahayaan di sekitar kamera sangat terbatas.
Untuk menyiasatinya, Anda bisa mengganti unit kamera yang rusak dengan yang baru atau membawanya ke service center jika masih memiliki kartu garansi dari produsen atau distributor tempat Anda membeli unit CCTV tersebut.
2. Port konektor rusak
Yang kedua adalah port konektor yang rusak. Port yang rusak dapat mencegah catu daya atau adaptor mengalirkan arus listrik ke kamera, sehingga mencegah transfer data dari kamera ke DVR yang juga menghambat transfer dari DVR ke layar. Jika port rusak, Anda dapat memindahkan konektor ke port DVR lain.
Kami juga melayani jasa pemasangan cctv di: Wonogiri, Batang, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Demak, Pekalongan, Temanggung, Grobogan, Pati, Magelang, Sukoharjo, Kendal, Jepara, Pemalang, Tegal, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Cilacap, Semarang, Kudus, Blora, Salatiga, Karanganyar, Sragen, Rembang, Kebumen, Surakarta, Purbalingga, Purworejo, Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Trenggalek, Tuban, Tulungagung.
3. Matikan DVR
Alasan berikutnya untuk kehilangan video atau tidak ada video CCTV adalah DVR yang mati atau rusak. Jika DVR dimatikan, seluruh sistem CCTV akan berhenti bekerja dan membatalkan fungsi pemantauan. Jika DVR mati atau rusak sebaiknya diganti dengan yang baru atau bawa DVR ke service center agar CCTV dapat kembali berfungsi dengan baik.
4. Kegagalan daya dan transformator
Kamera CCTV dapat merekam gambar dan suara, dan daya diperoleh dari tegangan listrik yang dipasok oleh sumber listrik atau transformator. Jika catu daya dan trafo rusak, dapat menghambat kerja pemantauan kamera CCTV dan DVR. Solusi dari masalah tersebut adalah dengan memeriksa power supply atau adaptor sebagai sumber listrik CCTV apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Anda juga dapat memeriksa menggunakan akselerometer agar lebih akurat.
Jika ada masalah, Anda dapat segera mengganti catu daya dan adaptor dengan yang baru atau membawa kedua alat ke pusat layanan.
5. Kabel rusak atau aus
Kabel lain yang rusak atau putus. Penyebab masalah ini bervariasi, dari kabel berkualitas buruk hingga tikus atau rayap. Jika kabel rusak, Anda dapat mengganti kabel yang aus atau putus dengan kabel baru dan kualitas terbaik.
Sebelum memilih dan membeli kabel CCTV, ada baiknya melakukan survey atau riset mengenai jenis, merk, spesifikasi dan kualitas kabel yang paling sesuai dengan budget dan kebutuhan Anda. Dengan cara ini, CCTV dapat bekerja dengan baik tanpa hambatan di masa depan.
Promo khusus: Untuk Jenis Kamera CCTV Terbaik Saat Ini yang terbaik, murah dan bergaransi, Anda bisa mengubungi HP/WA 0819-0819-6959 atau bisa juga langsung klik pada gambar dibawah:


